
Jam sebelas malam, grup WhatsApp “Anak Bola Anti Tidur” masih rame kayak pasar.
Padahal pertandingan udah selesai dari sejam lalu.
Awalnya cuma debat soal keputusan wasit. Satu orang bilang pelanggarannya jelas, yang lain bilang wasitnya kebanyakan nonton drama.
Terus tiba-tiba Yogi ngirim screenshot sebuah iklan.
“Ini apaan, dah?”
Di screenshot itu ada nama SBOBET88 yang muncul di sebuah halaman.
Reno langsung nyeletuk, “Lu kalau browsing jangan asal pencet iklan, Yog.”
“Gue juga nggak pencet. Cuma heran kok bisa muncul.”
Bukannya selesai, malah makin panjang.
Ada yang kemudian ngomongin istilah TARUHAN OLAHRAGA ONLINE, lalu grup yang tadinya membahas wasit berubah jadi diskusi soal iklan digital.
Reno bilang satu hal yang menurutnya cukup masuk akal.
“Kalau lihat promosi di internet, jangan langsung percaya sama tulisannya. Cek dulu sumbernya.”
Yogi membalas, “Berarti kalau tulisannya gede banget belum tentu isinya bener?”
“Ya iyalah. Font gede bukan bukti legalitas.”
Grup langsung penuh emoji ketawa.
Setelah puas bercanda, mereka balik lagi ke topik awal. Kali ini debatnya pindah ke pertanyaan yang jauh lebih penting: siapa pemain terbaik pertandingan tadi.
Lima belas menit kemudian, nggak ada yang berhasil meyakinkan siapa pun.
Admin grup akhirnya muncul.
“Besok kerja, woy. Debatnya dilanjutin tahun depan.”
Seketika grup hening.
Yogi cuma mengirim satu pesan terakhir:
“Wasit tetap salah.”
Lalu semua offline.
Tinggalkan Balasan